Mengenal penyakit jantung koroner



Apa itu penyakit jantung koroner?

Penyakit jantung koroner adalah gangguan fungsi jantung yang terjadi saat arteri koroner tersumbat oleh timbunan lemak. Arteri koroner sendiri merupakan pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung agar tetap memompa. Jantung membutuhkan oksigen dan zat gizi lain yang dibawa oleh darah agar dapat sehat.

Arteri koroner berada tepat di atas otot jantung dan memiliki empat arteri koroner utama yaitu ; arteri koroner kanan, arteri koroner kiri, arteri desendens anterior kiri, arteri sirkumfleksa kiri. Kondisi ini membuat otot jantung menjadi kekurangan darah karena penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah (Aterosklerosis). 
Penyebab jantung koroner

Penyebab jantung koroner adalah adanya penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi pembuluh koroner. Biasanya, ini dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat dan kecanduan rokok. 

Selain itu, kondisi medis tertentu seperti hipertensi dan kolesterol tinggi juga dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner.Adapun sejumlah faktor lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut: 

1.gaya hidup, Kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji yang biasanya mengandung natrium yang tinggi (makanan asin), bisa meningkatkan kolesterol dalam darah dan tekanan darah. Apalagi jika Sobat Krakatau Medika jarang mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Maka tubuh akan kekurangan vitamin dan mineral yang sangat diperlukan jantung.
2.Kecanduan rokok, Bisa dibilang rokok adalah salah satu yang menjadi faktor berbagai jenis penyakit. Asap rokok yang dihirup dapat menjadi penyebab berbagai penyakit, mulai dari kanker paru, gangguan kehamilan dan janin, hingga penyakit jantung. Hal ini karena di dalam tembakau yang terdapat pada rokok, terkandung berbagai zat berbahaya bagi tubuh, seperti kandungan nikotin yang bisa membuat jantung berdetak lebih kencang lebih dari normal. Selain itu, karbon monoksida yang merupakan gas beracun yang dapat menghalangi pasokan oksigen ke jantung.  
3.Diabetes, adalah salah satu penyakit dapat meningkatkan terjadinya penyakit jantung koroner. Hal ini karena diabetes mempermudah terjadinya penurunan fungsi pembuluh darah sehingga lemak jahat (LDL) mudah untuk menempel di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan.
4.Hipertensi, dapat melukai dinding arteri dan menurunkan fungsi dinding pembuluh darah sehingga mempermudah kolesterol LDL juga dapat menempel di dinding pembuluh darah dan meningkatkan penimbunan plak. Bahkan, saat kerusakan pada pembuluh darah jantung terjadi sudah cukup parah, aliran darah menuju otot-otot jantung akan terhambat sehingga dapat menyebabkan terjadi serangan jantung mendadak.
5.Obesitas, saat seseorang mengalami obesitas maka risiko penyakit jantung koroner akan meningkat hingga empat kali lebih tinggi jika dibandingkan pemilik berat badan ideal. Kelebihan berat badan atau obesitas ini dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Kemudian, obesitas juga akan meningkatkan kadar gula darah yang tentu akan menyebabkan diabetes. 
Stres, kerap terjadi lantaran reaksi alami tubuh saat dihadapkan pada kondisi sulit, seperti tekanan pekerjaan, emosi, dan kesibukan bekerja sehingga tubuh kurang gerak. Namun, faktanya, stres dapat memicu terjadinya penyakit jantung. Pasalnya, saat seseorang stres, maka napas menjadi lebih cepat. Sobat Krakatau Medika juga dapat mengalami nyeri dada, keluarnya keringat berlebih, mual, tekanan darah yang meningkat hingga detak jantung tak beraturan. Hal ini disebabkan penyumbatan pada arteri yang membuat aliran tidak lancar. 
6.Riwayat keluarga, seseorang dengan riwayat keluarga penyakit jantung akan lebih tinggi beresiko mengalami penyakit jantung dibandingkan orang lain. Terutama pada seseorang yang mengalami penyakit jantung pada usia muda yaitu kurang dari 55 tahun pada pria dan kurang dari 60 tahun pada wanita. Jadi, saat seseorang yang mempunyai anggota keluarga menderita penyakit jantung koroner atau stroke ataupun mati mendadak, maka sebaiknya harus lebih berhati-hati dan lebih cepat melakukan pemeriksaan deteksi penyakit jantung koroner.

Referensi: 
https://rskm.ihc.id/artikel-detail-1369-Penyakit-Jantung-Koroner-Penyebab-Gejala-dan-Pengobatan.html

Komentar

Posting Komentar